Laman

Minggu, 06 Maret 2011

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

LABORATORIUM AKUNTANSI LANJUT A

PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA



NAMA                            : YULIANTI

NPM                                : 23209648

BARIS                             : 4

HARI/ SHIFT              : JUM’AT / 5

TGL. PRAKTIKUM    : 25 FEBRUARI 2011
                                                                  PRAKTIKUM AKUNTANSI BIAYA
                                                                                  PARAF ASSISTEN




                                                                                    (                              )



CODING FORM 1 >>
Pada coding form satu, proses ada pada maskedbox 4 dan maskedbox 9. Jangan lupa untuk menuliskan coding command button untuk melanjutkan ke form berikutnya.


RUN FORM 1 >>
Dari run form satu kita dapat ketahui berapa total biaya produksi sesuai masing-masing metode,yaitu full costing 22500 dan vriabel costing 21000
FORMAT FORM 2 >>
CODING FORM 2 >>

Coding form dua pada gambar yang pertama, proses ada pada maskedbox 11 untuk output maskedbox 12 dimana untuk menghitung BTKL dan proses pada maskedbox 14 untuk output maskedbox 15 dimana untuk menghitung BOP Variabel. Selain itu form aktive digunakan untuk memanggil input yang sama. Jangan lupa untuk menuliskan coding command button untuk melanjutkan ke form berikutnya atau kembali ke form sebelumnya.
Coding form dua pada gambar yang kedua, proses ada pada maskedbox 17,18,2,22,27,30 dan maskedbox 34. Proses pada maskedbox 17 untuk output maskedbox 15 dimana untuk menghitung BOP Variabel, maskedbox 2 untuk output maskedbox 3 dimana untuk menghitung penjualan. maskedbox 27 untuk output maskedbox 28 dimana untuk menghitung biaya variabel administrasi dan umum, maskedbox 34 untuk output maskedbox 35 dimana untuk menghitung biaya variabel pemasaran.
Coding form dua pada gambar yang ketiga, proses ada pada maskedbox 37 dan maskedbox 8. Proses pada maskedbox 8 untuk output maskedbox 9 dimana untuk menghitung BBB. Proses pada maskedbox 37 untuk output maskedbox 38,39,40 dan 41.

RUN FORM 2 >>


Run Form 2 kita dapat mengetahui bahwa laba kotor sebesar Rp. 8.287.500.000,- dari penjualan Rp 10.200.000.000,- dikurangi HPP Rp 1.912.500.000,- Dan laba bersih Rp 8.147.500.000,- dengan total biaya operasi Rp 140.000.000,-
FORMAT FORM 3 >>





CODING FORM 3 >>
Pada coding form 3 gambar ke-1, proses ada pada maskedbox 11,14,19 dan maskedbox 2. Jangan lupa untuk menuliskan coding command button untuk menhakhiri run atau kembali ke form sebelumnya.

Pada coding form 3 gambar ke-2, proses ada pada maskedbox 23,38,27 dan maskedbox 15.
Pada coding form 3 gambar ke-3, proses ada pada maskedbox 26,31,34,37 dan maskedbox 8.
RUN FORM 3 >>
Dengan metode variabel costing didapat laba bersih Rp 9.835.000.000,- lebih besar dari metode full costing.


Sabtu, 22 Januari 2011

PEMBANGUNAN KOPERASI

 
PEMBANGUNAN KOPERASI

Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help).
Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang (di Indonesia ) Kendala yang dihadapi masyarakat :
1.     Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
2.     Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
a.     Koqnisi
b.     Apeksi
c.     Psikomotor
3.     Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
a.     Ofisialisasi
b.     De-ofisialisasi
c.     Otonomisasi
4.     Misi UU No.25 Tahun 1992 merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur berlandaskan Pancasila dan UUD1945. Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989
Tahap I :
Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II :
Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen dan keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yangdikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III :
Perkembangan koperasi sebagai organisasikoperasi yang mandiri.

A.      Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi
Koperasi bukan kumpulan modal, dengan demikian tujuan pokoknya harus benar-benar mengabdi untuk kepentingan anggota dan masyarakat di sekitarnya. Pembangunan koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok yaitu masalah internal dan eksternal koperasi.
·        Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
·        Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan

B.      Kunci Pembangunan Koperasi
Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerataan tingkat pendidikan sampai ke pelosok baru dimulai pada tahun 1986, sehingga dampaknya baru bisa dirasakan paling tidak 15 tahun setelahnya.
Berbeda dengan Ace Partadiredja, Baharuddin berpendapat bahwa faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu diperbaiki lagi.
Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga koperasi.
Ketiga masalah di atas merupakan inti dari masalah manajemen koperasi dan merupakan kunci maju atau tidaknya koperasi di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. Untuk keperluan ini, koperasi dan pembina koperasi perlu melakukan pembinaan dan pendidikan yang lebih intensif untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan tugas tersebut, apabila belum mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.
Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka manajemen tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
  • semua anggota diperlakukan secara adil,
  • didukung administrasi yang canggih,
  •  koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat,
  • pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
  • petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli,
  • kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi,
  • manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
  • memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
  • perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas,
  • keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,
  • selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
  • pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.
Sumber :

Rabu, 05 Januari 2011

Seminar Avail juga kaji "manajemen keuangan"

Pt.avail elok indonesia mengadakan seminar keluarga besar avail. Pt. Avail elok indonesia mengambil tema selamatkan depok dari kanker serviks. Seminar ini diadakan tepatnya tanggal 11 desember 2010. Jam 9 pagi hingga jam 12. Namun pada kenyataannya baru dimulai jam 10 berakhir jam set 2. Dikarenakan registrasi peserta seminar yg begitu banyak. Bisa hingga jam setengah 2 baru selesai dikrenakan begitu banyak'nya antusias penanya kpd dr. Konsultasi avail yaitu dr.nasrul
seminar ini dihadiri langsung oleh bp. Lee dan orang pertama yg membawa availpertama kali di indonesia.

Seminar ini membahas mengenai seluk beluk tentang berbagai macam penyakit kewanitaan. Namun yg paling intim dibahas adalah mengenai kanker serviks. Kanker serviks adalah penyakit wanita paling mematikan no 1 diseluruh dunia. Terbukti hampir disetiap detiknya wanita meninggal dunia dikarenakan kanker serviks.
Selain kanker serviks jg bahas mengenai berbagai macam keluhan para wanita. Dr masalah yg kecil hingga penyakit yg berstadium lanjut. Dari keputihan,nyeri haid, hingga kanker payudara, kista myom.

PT.AVAIL ELOK INDONESIA memberikan spesial produk yg sudah terbukti kasiat'nya,dimanfaatkan oleh para pemakai. Ap it? Tentunya banyak orang menyebut avail.

Kalau saya tuangkan kasiat avail ini bisa dya halaman lebih ni. Tp sekilas saja ya.
Avail,memiliki kasiat yg bener-bener top deh.
Seperti;
1.mengatasi nyeri haid.
2.mengatasi keputihan.
3.mengatasi demam pada anak ataupun orang dewasa.
4.mencegah kanker payudara,kanker serviks dan myom.
5.terbukti mengecilkan myom 3cm dari ukuran semula.
6.mengatasi manapose
7.emm,masih banyak lagi, kl nanti sy ad waktu sy akan bagikan lagi ap saja kasiat yg lain'nya.

"Mengenai masalah biaya yg harus dikeluarkan untuk produk ini"
dibanding dengan pembalut lain yg beredar dipasaran,,memang 10kali lipat dari yg biasa. Namun untulk sebuah kesehatan hal itu tak seberapa jika dibandingkan kl qt sudah terkena penyakit, yg harus menjual tanah dan seluruh warisan untuk membiayai penyakit it. Dgn avail qt mencegah penyakit, sehingga mengurangi pengeluaran qt.

Rabu, 01 Desember 2010

Prinsip-prinsip Ekonomi

Al-Qur'an telah memberikan beberapa contoh tegas mengenai masalah-masalah ekonomi yang menekankan bahwa ekonomi adalah salah satu bidang perhatian Islam. "(Ingatlah) ketika Syu'aib berkata kepada mereka (penduduk Aikah): 'Mengapa kamu tidak bertaqwa?' Sesungguhnya aku adalah seorang rasul yang telah mendapatkan kepercayaan untukmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atilah aku. Aku sama sekali tidak menuntut upah darimu untuk ajakan ini, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan Penguasa seluruh alam. Tepatilah ketika kamu menakar dan jangan sampai kamu menjadi orang-orang yang merugi. Timbanglah dengan timbangan yang tepat. Jangan kamu rugikan hak-hak orang (lain) dan janganlah berbuat jahat dan menimbulkan kerusakan di muka bumi." (Qs.26:177-183)


Prinsip-prinsip Ekonomi


Ilmu ekonomi lahir sebagai sebuah disiplin ilmiah setelah berpisahnya aktifitas produksi dan konsumsi. Ekonomi merupakan aktifitas yang boleh dikatakan sama halnya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, sehingga kemudian timbul motif ekonomi, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Prinsip ekonomi adalah langkah yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Sedangkan sistem ekonomi ada berbagai macam, di antaranya:


Sistem Ekonomi Kapitalis


Prinsip ekonomi kapitalis adalah:


- Kebebasan memiliki harta secara persendirian.


- Kebebasan ekonomi dan persaingan bebas.


- Ketidaksamaan ekonomi.


Sistem Ekonomi Komunis


Prinsip ekonomi komunis adalah:


- Hak milik atas alat-alat produksi oleh negara.


- Proses ekonomi berjalan atas dasar rencana yang telah dibuat.


- Perencanaan ekonomi sebagai rencana / dalam proses ekonomi yang harus dilalui.


Sistem Ekonomi Sosialis


Prinsip ekonomi sosialis adalah:


- Hak milik atas alat-alat produksi oleh koperasi-koperasi serikat pekerja, badan hukum dan masyarakat yang lain. Pemerintah menguasai alat-alat produk yang vital.


- Proses ekonomi berjalan atas dasar mekanisme pasar.


- Perencanaan ekonomi sebagai pengaruh dan pendorong dengan usaha menyesuaikan kebutuhan individual dengan kebutuhan masyarakat.


Indonesia memiliki sistem ekonomi sendiri, yaitu sistem demokrasi ekonomi, yang prinsip-prinsip dasarnya tercantum dalam UUD'45 pasal 33.


Sistem kapitalis yang saat ini banyak dipergunakan telah menunjukkan kegagalan dengan mengakibatkan terjadinya krisis ekonomi. Sistem ekonomi Islam sebagai pilihan alternatif mulai digali untuk diterapkan sebagai sistem perekonomian yang baru. Bagaimanakah sistem ekonomi Islam itu? Sistem ekonomi Islam mempunyai perbedaan yang mendasar dengan sistem ekonomi yang lain, dimana dalam sistem ekonomi Islam terdapat nilai moral dan nilai ibadah dalam setiap kegiatannya.


Prinsip ekonomi Islam adalah:


- Kebebasan individu.


- Hak terhadap harta.


- Ketidaksamaan ekonomi dalam batasan.


- Kesamaan sosial.


- Keselamatan sosial.


- Larangan menumpuk kekayaan.


- Larangan terhadap institusi anti-sosial.


- Kebajikan individu dalam masyarakat.






Konsep Ekonomi Islam


Islam mengambil suatu kaidah terbaik antara kedua pandangan yang ekstrim (kapitalis dan komunis) dan mencoba untuk membentuk keseimbangan di antara keduanya (kebendaan dan rohaniah). Keberhasilan sistem ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika yang diperlukan manusia. Sumber pedoman ekonomi Islam adalah al-Qur'an dan sunnah Rasul, yaitu dalam:


- Qs.al-Ahzab:72 (Manusia sebagai makhluk pengemban amanat Allah).


- Qs.Hud:61 (Untuk memakmurkan kehidupan di bumi).


- Qs.al-Baqarah:30 (Tentang kedudukan terhormat sebagai khalifah Allah di bumi).


Hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut diperoleh ketentuannya dengan jalan ijtihad.






Dasar-dasar Ekonomi Islam:


Dasar-dasar ekonomi Islam adalah:


1) Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat, tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan baik jasmani maupun rohani secara seimbang, baik perorangan maupun masyarakat. Dan untuk itu alat pemuas dicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam tetap terjaga.


2) Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula.


3) Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar.


4) Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta, oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki.


5) Pada batas tertentu, hak milik relatif tersebut dikenakan zakat.


6) Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang.


7) Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja.


Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut:


Nilai dasar sistem ekonomi Islam:


1) Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan.


2) Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia.


3) Keadilan antar sesama manusia.


Nilai instrumental sistem ekonomi Islam:


1) Kewajiban zakat.


2) Larangan riba.


3) Kerjasama ekonomi.


4) Jaminan sosial.


5) Peranan negara.


Nilai filosofis sistem ekonomi Islam:


1) Sistem ekonomi Islam bersifat terikat yakni nilai.


2) Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik, dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus.


Nilai normatif sistem ekonomi Islam:


1) Landasan aqidah.


2) Landasan akhlaq.


3) Landasan syari'ah.


4) Al-Qur'anul Karim.


5) Ijtihad (Ra'yu), meliputi qiyas, masalah mursalah, istihsan, istishab, dan urf.


Ekonomi Islam dan Tantangan Kapitalisme


Perbedaan antara sistem ekonomi Islam dengan sistem ekonomi yang lain adalah:






* Asumsi dasar / norma pokok maupun aturan main dalam proses ataupun interaksi kegiatan ekonomi yang diberlakukan. Dalam sistem ekonomi Islam asumsi dasarnya adalah syari'ah Islam, diberlakukan secara menyeluruh baik terhadap individu, keluarga, kelompok masyarakat, usahawan maupun penguasa/pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik untuk keperluan jasmaniah maupun rohaniah.


* Prinsip ekonomi Islam adalah penerapan asas efisiensi dan manfaat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam.


* Motif ekonomi Islam adalah mencari keberuntungan di dunia dan di akhirat selaku khalifatullah dengan jalan beribadah dalam arti yang luas.






Berbicara tentang sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis tidak bisa dilepaskan dari perbedaan pendapat mengenai halal-haramnya bunga yang oleh sebagian ulama dianggap sebagai riba yang diharamkan oleh al-Qur'an.


Manfaat uang dalam berbagai fungsi baik sebagai alat penukar, alat penyimpan kekayaan dan pendukung peralihan dari sistem barter ke sistem perekonomian uang, oleh para penulis Islam telah diakui, tetapi riba mereka sepakati sebagai konsep yang harus dihindari dalam perekonomian.


Sistem bunga dalam perbankan (rente stelsel) mulai diyakini oleh sebagian ahli sebagai faktor yang mengakibatkan semakin buruknya situasi perekonomian dan sistem bunga sebagai faktor penggerak investasi dan tabungan dalam perekonomian Indonesia, sudah teruji bukan satu-satunya cara terbaik mengatasi lemahnya ekonomi rakyat.


Larangan riba dalam Islam bertujuan membina suatu bangunan ekonomi yang menetapkan bahwa modal itu tidak dapat bekerja dengan sendirinya, dan tidak ada keuntungan bagi modal tanpa kerja dan tanpa penempatan diri pada resiko sama sekali. Karena itu Islam secara tegas menyatakan perang terhadap riba dan ummat Islam wajib meninggalkannya (Qs.al-Baqarah:278), akan tetapi Islam menghalalkan mencari keuntungan lewat perniagaan (Qs.83:1-6)


Krisis Ekonomi: Agenda Penyelesaian Ekonom Muslim


Krisis ekonomi disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain:


- Menurunnya kualitas moral/mental, bisa dikatakan sebagai faktor yang paling penting.


- Keadilan yang tidak merata (kolusi).


- Tidak adanya keterbukaan/transparansi oleh pemerintah dalam berbagai hal.


- Merebaknya sistem perekonomian yang menggunakan sistem riba.


Di samping hal-hal tersebut di atas, masih banyak faktor lain yang mendorong terjadinya krisis ekonomi, misalnya suasana politik yang tidak stabil, persaingan yang tidak sehat, krisis kepercayaan, dan ada satu hal yang saat ini sedang banyak dibicarakan oleh para ekonom, yaitu bahwa sistem ekonomi yang ada sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan, sehingga adanya suatu sistem perekonomian dengan formula yang baru.


Adapun konsep pelaksanaan kegiatan ekonom Muslim dalam mengatasi krisis (terutama yang terjadi di Indonesia), secara garis besar dapat digambarkan sebagai berikut:






1. Pendidikan moral/mental mutlak harus ditingkatkan, baik dari tingkat orang-per-orang, rumah tangga, masyarakat, maupun negara. Dan nuansa moral inipun harus dapat selalu didengungkan dalam setiap kegiatan baik dalam berpolitik, berekonomi, berbudaya, dan lain sebagainya.


2. Keadilan yang merata meliputi berbagai bidang, di antaranya: Pemerataan peningkatan sumber daya manusia, pemerataan keadilan dalam pelaksanaan hukum, dalam arti bahwa setiap pelanggar harus mendapatkan sanksi yang tegas.


3. Adanya transparansi/keterbukaan dalam setiap kegiatan yang menyangkut kehidupan berbangsa dan bernegara.


4. Melacak sumber yang menyebabkan krisis (tegantung krisis apa).


5. Menerapkan sistem ekonomi Islam dan menghapus praktek pembungaan uang.






(Pendapat Dumairy, MA - dosen dan pengamat ekonomi Islam - 1998)


Kesimpulan


Perekonomian sebagai salah satu sendi kehidupan yang penting bagi manusia, oleh al-Qur'an telah diatur sedemikian rupa. Riba secara tegas telah dilarang karena merupakan salah satu sumber labilitas perekonomian dunia. Al-Qur'an menggambarkannya sebagai orang yang tidak dapat berdiri tegak melainkan secara limbung bagai orang yang kemasukan syaithan.


Hal terpenting dari semua itu adalah bahwa kita harus dapat mengembalikan fungsi asli uang yaitu sebagai alat tukar / jual-beli. Memperlakukan uang sebagai komoditi dengan cara memungut bunga adalah sebuah dosa besar, dan orang-orang yang tetap mengambil riba setelah tiba larangan Allah, diancam akan dimasukkan ke neraka (Qs.al-Baqarah:275). Berdirinya Bank Muamalat Indonesia merupakan salah satu contoh tantangan untuk membuktikan suatu pendapat bahwa konsepsi Islam dalam bidang moneter dapat menjadi konsep alternative.

Minggu, 21 November 2010

MANAJEMEN KOPERASI

Pola Manajemen Koperasi

• Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

• Rapat Anggota

• Pengurus

• Pengawas

• Manajer

• Pendekatan Sistem pada Koperasi

Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi

• Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social content”.

• Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.

• Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:

• Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.

• Kesukarelaan dalam keanggotaan

• Menolong diri sendiri (self help)

• Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity)

• Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.

• Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.

• Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

• Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:

a). Anggota

b). Pengurus

c). Manajer

d). Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan



• Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah:

a). Rapat anggota

b). Pengurus

c). Pengawas

Rapat Anggota

• Koperasi merupakan kumpulan orang atau badan hukum koperasi.

• Koperasi dimiliki oleh anggota, dijalankan oleh anggota dan bekerja untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat.

• Rapat anggota adalah tempat di mana suara-suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu.

• Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.

Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan:

• Anggaran dasar

• Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi

• Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas

• Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya

• Pembagian SHU

• Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.

Pengurus Koperasi

• Pengurus koperasi adalah orang-orang yang bekerja di garis depan, mereka adalah otak dari gerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu koperasi.

• Tugas dan kewajiban pengurus koperasi adalah memimpin organisasi dan usaha koperasi serta mewakilinya di muka dan di luar pengadilan sesuai dengan keputusan-keputusan rapat anggota.

Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:

• Pusat pengambil keputusan tertinggi

• Pemberi nasihat

• Pengawas atau orang yang dapat dipercaya

• Penjaga berkesinambungannya organisasi

• Simbol

Pengawas

• Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.

• Pengawas bertindak sebagai orang-orang kepercayaan anggota dalam menjaga harta kekayaan anggota dalam koperasi.

• Syarat-syarat menjadi pengawas yaitu:

- mempunyai kemampuan berusaha

- mempunyai sifat sebagai pemimpin, yang

disegani anggota koperasi dan masyarakat

sekelilingnya. Dihargai pendapatnya,

diperhatikan saran-sarannya dan iindahkan

nasihat-nasihatnya.

- Seorang anggota pengawas harus berani mengemukakan pendapatnya.

- Rajin bekerja, semangat dan lincah.

- pengurus sulit diharapkan untuk bekerja full time.

- Pengurus mempunyai tugas penting yaitu memimpin organisasi sebagai keseluruhan.

- Tugas manajer tidak dapat dilaksanakan sebagai tugas sambilan tapi harus dilaksanakan dengan penuh ketekunan.

Manajer

• Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people).



Pendekatan Sistem pada Koperasi

• Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:

- organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial (pendekatan sosiologi).

- perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem

• Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Socio technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.

Cooperative Combine

• Adalah sistem sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.

• Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal, dipengaruhi oleh hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota

• tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan koperasi dalam lapangan lain.

• Contoh Cooperative Interprise Combine :

• Koperasi penyediaan alat pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri.

Tugas usaha pada Sistem Komunikasi (BCS)

• The Businnes function Communication System (BCS) adalah sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggotaa mengenai beberapa tugas perusahaan.


Sistem Komunikasi antar anggota (The Interpersonal Communication System (ICS)

• ICS adalah hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan koperasi yang berjalan.

• ICS meliputi pembentukan/terjadi sistem target dalam koperasi gabungan.

Sistem Informasi Manajemen Anggota

• Koordinasi dari suatu sistem yang ada melicinkan jalannya Cooperative Combine (CC), koordinasi yang terjadi selalu lewat informasi dan dengan sendirinya membutuhkan informasi yang baik.

• Manajemen memberikan informasi pada anggota, informasi yang khusus untuk penganalisaan hubungan organisasi dan pemecahan persoalan seoptimal mungkin.

Dimensi struktural dari Cooperative Combine (CC)

• Konfigurasi ekonomi dari individu membentuk dasar untuk pengembangaaan lebih lanjut.

• Sifat-sifat dari anggota à sifat dari orang atau anggota organisasi serta sudut pandang anggota.

• Intensitas kerjasama à semakin banyak anggota semakin tinggi intensitas kerjasama atau tugas manajemen.

• Distribusi kemampuan dalam menentukan target dan pengambilan keputusan.

• Formalisasi kerjasama, fleksibilitas kerjasama dalam jangka panjang dan dapat menerima dan menyesuaikan perubahan.

• Stabilitas kerjasama.

• Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi, kebutuhan bergabung dan lain-lain.

SUMBER :
http://www.gudangmateri.com/2010/04/manajemen-koperasi.html


http://www.linkpdf.com/download/dl/artikel-tentang-manajemen-koperasi-pdf-free-pdf--.pdf

BENTUK DAN JENIS KOPERASI

~> BENTUK KOPERASI (PP No. 60 / 1959)

a. Koperasi Primer

b. Koperasi Pusat

c. Koperasi Gabungan

d. Koperasi Induk



~> BENTUK KOPERASI YANG DISESUAIKAN DENGAN WILAYAH ADMINISTRASI PEMERINTAHAN (Sesuai PP 60 Tahun 1959)

• Di tiap desa ditumbuhkan Koperasi Desa

• Di tiap Daerah Tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi

• Di tiap Daerah Tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi

• Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi



~>  JENIS KOPERASI (PP 60 TAHUN 1959)

a. Koperasi Desa &

b. Koperasi Pertanian

c. Koperasi Peternakan

d. Koperasi Perikanan

e. Koperasi Kerajinan/Industri

f. Koperasi Simpan Pinjam &

g. Koperasi Konsumsi



~>_JENIS KOPERASI MENURUT BIDANG USAHANYA :

1.Koperasi Konsumsi

Koperasi yang menyediakan kebutuhan sehari-hari.

Tujuannya agar anggota dapat membeli barang-barang konsumsi dengan kualitas yang baik dan harga yang layak.

2. Koperasi Kredit atau Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi yang bergerak dalam lapangan usaha pembentukan modal melalui tabungan para anggota secara teratur & terus menerus untuk kemudian dipinjamkan kepada para anggota dengan cara mudah,murah,cepat dan tepat untuk tujuan roduktif dan kesejahteraan

Tujuan :

- Agar anggota giat menyimpan sehingga membentuk modal sendiri

- Membantu keperluan kredit para anggota dengan syarat ringan

- Mendidik anggota hidup hemat dengan menyisihkan sebagian penghasilan mereka.

3. Koperasi Produksi

koperasi yang bergerak dalam bidang kegiatan ekonomi pembuatan & penjualan barang-barang baik yang dilakukan oleh koperasi sebagai organisasi maupun anggota-anggota koperasi

Dua macam koperasi produksi :

- Kop produksi kaum buruh, anggotanya orang-orang yang tidak mempunyai perusahaan sendiri

- Kop produksi kaum produsen yang anggotanya adalah orang-orang yang masing-masing mempunyai perusahaan sendiri



4. Koperasi Jasa

Koperasi yang berusaha dibidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota atau masyarakat umum



5. Kop Serba Usaha atau Kop Unit Desa (KUD)

Mempunyai beberapa fungsi yaitu :

- Perkreditan

- Penyediaan & penyaluran sarana produksi pertanian & keperluan sehari-hari

- Pengelolaan serta pemasaran hasil pertanian



~>_JENIS KOPERASI MENURUT BANYAKNYA USAHA YANG DILAKUKAN.

1.Koperasi Tunggal Usaha (Single Purpose)

koperasi yang mengusahakan hanya satu macam kesempatan untuk memperluas produksi

2. Koperasi Serba Usaha (Multi Purpose)

koperasi yang meyelenggarakan usaha lebih dari satu macam kebutuhan ekonomi para anggota



~> JENIS KOPERASI MENURUT JENJANG HIRARKI ORGANISASI :

1. Koperasi Primer : merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari orang – orang atau orang-perorangan.

2. Koperasi Sekunder : merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi .



~> JENIS KOPERASI MENURUT TEORI KLASIK TERDAPAT 3 JENIS KOPERASI:

a. Koperasi pemakaian

b. Koperasi penghasil atau Koperasi produksi

c. Koperasi Simpan Pinjam



~> KETENTUAN PENJENISAN KOPERASI SESUAI & UNDANG – UNDANG NO. 12 /67 TENTANG POKOK – POKOK PERKOPERASIAN (PASAL 17)

1. Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas /kepentingan

ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.

2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepetingan dan perkembangan Koperasi

Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan

setingkat.



SUMBER :

1. dewimutz's.wordpress.com

2. gilangjaelani.blogspot.com/2010/11/jenis-dan-bentuk-koperasi.html

3. yudilla.staff.gunadarma.ac.id/.../VII.JENIS+DAN+BENTUK+KOPERASI.ppt

(QS. AL ANKABUT:60)

‎"وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍۢ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

 

Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. AL ANKABUT:60)

MODAL KOPERASI


MODAL KOPERASI
Seperti halnya bentuk badan usaha yang lain, untuk menjalankan kegiatan usahanya koperasi memerlukan modal. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya, termasuk cadangan serta sumber-sumber lain juga termasuk menjadi bagian modal koperasi.
Modal sendiri meliputi sumber modal sebagai berikut:
  • Simpanan Pokok
  • Simpanan Wajib
  • Simpanan khusus/lain-lain misalnya:Simpanan sukarela (simpanan yang dapat diambil kapan saja), Simpanan Qurba, dan Deposito Berjangka.
  • Dana Cadangan
Dana cadangan adalah sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan Sisa Hasil usaha, yang dimaksudkan untuk pemupukan modal sendiri, pembagian kepada anggota yang keluar dari keanggotaan koperasi, dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan.
  • Hibah
Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat.
Adapun modal pinjaman koperasi berasal dari pihak-pihak sebagai berikut:
  • Anggota dan calon anggota
  • Koperasi lainnya dan/atau anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antarkoperasi
  • Bank dan Lembaga keuangan bukan banklembaga keuangan lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perudang-undangan yang berlaku
  • Penerbitan obligasi dan surat utang lainnya yang dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku 
  • Sumber lain yang sah
Dalam simpanan anggota di dalam koperasi terdiri atas simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Simpanan anggota ini merupakan salah satu modal untuk koperasi. Karena modal koperasi tidak hanya sdari simpanan anggota saja. Modal koperasi di dapat juga dari hasil usaha koperasi itu sendiri. Selain itu bisa juga dari seorang donatur. Dalam simpanan anggota ini kita akan bahas mengenai isinya, yaitu :
a. Simpanan Pokok, yaitu jumlah nilai uang tertentu, yang merupakan modal pokok koperasi, yang harus disetor oleh tiap anggota kepada koperasi pada waktu masuk menjadi anggota (besar nilai yang harus disetorkan sama besaar semua anggota). Tentu saja besar kecilnya nilai yang harus dibayarkan, ini sudah melalui kesepakatan bersama. Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
b. Simpanan Wajib, yaitu jumlah tertentu, yang diwajibkan kepada anggota membayar pada waktu dan kesempatan tertentu. Besar kecil jumlah nilai haruslah atas kesepakatan bersama. Misalnya tiap bulan dengan jumlah simpanan yang sama untuk setiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
c. Simpanan Sukarela, yaitu suatu jumlah tertentu dalam nilai uang yang diserahkan oleh anggota atau bukan anggota kepada koperasi atas kehendak sendiri sebagai simpanan.